RPP Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit (Juara 2 Lomba Microteaching Nasional)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
MATERI PEMBELAJARAN| Prodi/Fakultas Nama Sekolah | : Sains dan Teknologi : MA Walisongo Semarang |
| Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke- Alokasi Waktu | : Kimia : X/Gasal : I : 10-15 menit |
A. KOMPETENSI INTI
KI. 1 (Sikap Spiritual)
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI. 2 (Sikap Sosial)
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI. 3 (Pengetahuan)
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI. 4 (Psikomotor)
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mapu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mapu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR
KD 1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif yang diwujudkan
dengan belajar berpendekatan budaya.
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif yang diwujudkan
dengan belajar berpendekatan budaya.
KD 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,
kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif ) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap seharihari.
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,
kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif ) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap seharihari.
KD 3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya
hantar listriknya.
hantar listriknya.
KD 4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan melalui perancangan dan
pelaksanaan percobaan.
pelaksanaan percobaan.
C. INDIKATOR
1. Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan non elektrilit.
2. Mengidentifikasi larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar listrik..
3. Melakukan percobaan untuk menyelidiki daya hantar listrik berbagai larutan berupa
video percobaan.
1. Menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan non elektrilit.
2. Mengidentifikasi larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar listrik..
3. Melakukan percobaan untuk menyelidiki daya hantar listrik berbagai larutan berupa
video percobaan.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit
dengan membaca buku pegangan siswa, internet, dan sumber lainnya dengan tepat.
2. Peserta didik dapat menjelaskan suatu larutan dapat menghantarkan listrik dan tidak
dapat menghantar listrik berdasarkan studi kasus yang diberikan oleh guru melalui
diskusi kelompok kecil dengan benar.
3. Siswa dapat melakukan dan menyajikan suatu percobaan sederhana serta
menyimpulkan hasil percobaan untuk mengetahui daya hantar listrik berbagai larutan
secara kelompok berupa video percobaan berdurasi 4-5 menit dengan kreatif, terampil
dan kerja keras.
E. MATERI PEMBELAJARAN
dengan membaca buku pegangan siswa, internet, dan sumber lainnya dengan tepat.
2. Peserta didik dapat menjelaskan suatu larutan dapat menghantarkan listrik dan tidak
dapat menghantar listrik berdasarkan studi kasus yang diberikan oleh guru melalui
diskusi kelompok kecil dengan benar.
3. Siswa dapat melakukan dan menyajikan suatu percobaan sederhana serta
menyimpulkan hasil percobaan untuk mengetahui daya hantar listrik berbagai larutan
secara kelompok berupa video percobaan berdurasi 4-5 menit dengan kreatif, terampil
dan kerja keras.
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Pada awal ditemukannya listrik, banyak orang mencoba mempelajari pengaruh
arus lidtrik terhadap zat padat, cair dan gas. Dari percobaan-percobaan yang telah
dilakukan, zat padat dapat dikelompokkan menjadi konduktor (dapat menghantarkan
listrik, umumnya logam) dan isolator (tidak dpat menghantarkan listrik, umumnya
non-logam). Selain zat padat, zat cair juga dapat dikelompokkan menjadi zat cair yang
dapat menghantarkan listrik (elektrolit) dan zat cair yang tidak dapat mengahantarkan
listrik (non-elektrolit).
Pada awal ditemukannya listrik, banyak orang mencoba mempelajari pengaruh
arus lidtrik terhadap zat padat, cair dan gas. Dari percobaan-percobaan yang telah
dilakukan, zat padat dapat dikelompokkan menjadi konduktor (dapat menghantarkan
listrik, umumnya logam) dan isolator (tidak dpat menghantarkan listrik, umumnya
non-logam). Selain zat padat, zat cair juga dapat dikelompokkan menjadi zat cair yang
dapat menghantarkan listrik (elektrolit) dan zat cair yang tidak dapat mengahantarkan
listrik (non-elektrolit).
Suatu alat yang disebut alat uji elektrolit digunakan untuk menguji apakah suatu
zat cair atau larutan dapat menghantarkan listrik atau tidak. Alat tersebut terdiri dari
rangkaian elektroda, yang terbuat dari dua buah batangyang dapat menghantarkan
listrik (dibuat dari grafit, tembagaatau platina), dan bola lampu pijar. Duabatang
elektroda yang terpisah tersebut kemudian di masukkan dalam wadah yang berisi zat
cair atau larutan yang akan diuji. Apabila bola lampu menyala, maka zat cair tau
larutan yang diuji tersbut dapat menghantarkan listrik (elektrolit). Sebaliknya, apabila
zat cair atau larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik (non-elektrolit), maka
lampu tidak menyala.
zat cair atau larutan dapat menghantarkan listrik atau tidak. Alat tersebut terdiri dari
rangkaian elektroda, yang terbuat dari dua buah batangyang dapat menghantarkan
listrik (dibuat dari grafit, tembagaatau platina), dan bola lampu pijar. Duabatang
elektroda yang terpisah tersebut kemudian di masukkan dalam wadah yang berisi zat
cair atau larutan yang akan diuji. Apabila bola lampu menyala, maka zat cair tau
larutan yang diuji tersbut dapat menghantarkan listrik (elektrolit). Sebaliknya, apabila
zat cair atau larutan tersebut tidak dapat menghantarkan listrik (non-elektrolit), maka
lampu tidak menyala.
2. Senyawa Ion dan senyawa Kovalen
Air murni merupakan penghantar listrik yang sangat buruk. Pada pengujian
dengan alat uji elektrolit, tidak ditemukan adanya arus listrik yang mengalir dari satu
elektroda ke elektroda yang lain (lampu tidak menyala). Akan tetapi, bila ke dalam air
tersebut dilarutkan garam dapur padat, maka larutan yang terjadi dapat
menghantarkan listrik dengan baik. Hal ini ditandai dengan menyalakan lampu alat uji
elektrolit. Peristiwa yang sama akan terjadi bila air ditetesi larutan pekat HCl. Larutan
NaCl dalam air dan larutan HCl dalam air dapat menghantarkan listrik dan disebut
dengan larutan elektrolit.
Air murni merupakan penghantar listrik yang sangat buruk. Pada pengujian
dengan alat uji elektrolit, tidak ditemukan adanya arus listrik yang mengalir dari satu
elektroda ke elektroda yang lain (lampu tidak menyala). Akan tetapi, bila ke dalam air
tersebut dilarutkan garam dapur padat, maka larutan yang terjadi dapat
menghantarkan listrik dengan baik. Hal ini ditandai dengan menyalakan lampu alat uji
elektrolit. Peristiwa yang sama akan terjadi bila air ditetesi larutan pekat HCl. Larutan
NaCl dalam air dan larutan HCl dalam air dapat menghantarkan listrik dan disebut
dengan larutan elektrolit.
Beberapa zat padat dan cair yang dilarutkan ke dalam air ternyata tidak
menghantarkan listrik. Sebagai contoh kerja gula, urea, dan alkohol, masingmasingdilarutkan kedalam air. Larutan yang terbentuk tidak menghantarkan listrikdan
disebut larutan non-elektrolit.
menghantarkan listrik. Sebagai contoh kerja gula, urea, dan alkohol, masingmasingdilarutkan kedalam air. Larutan yang terbentuk tidak menghantarkan listrikdan
disebut larutan non-elektrolit.
Dari hasil pengujian diatas, maka timbul pertanyaan sebagai berikut. Mengapa
garam dapur padat tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi garam dapur cair
(leburan garam dapur) dan larutan garam dapur dalam air dapat menghantarkan listrik? Mengapa larutan gula, urea, dan alcohol tidak dapat mengahantarka listrik?
Mengapa HCl dapat menghantarkan listrik setelah dilarutkan dalam air?
garam dapur padat tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi garam dapur cair
(leburan garam dapur) dan larutan garam dapur dalam air dapat menghantarkan listrik? Mengapa larutan gula, urea, dan alcohol tidak dapat mengahantarka listrik?
Mengapa HCl dapat menghantarkan listrik setelah dilarutkan dalam air?
Svante Arhenius pada tahun 1884 mengajukan teorinya, bahwa dalam larutan
elektrolit yang berperan mengahantarkan arus listrik adalah ion-ion (partikel-partikel
bermuatan listrik)yang bergerak bebas di dalam cairan atau larutan. NaCl padat
merupakan senyaw aion yang dalamnya terdapat ion-ion Na+ dan Cl-. Namun
demikian, NaCl padat tidak dapat menghantarkan listrik karena Na+ dan Cl-. terikat
sangat rapat dalam Kristal, sehingga tidka bebas bergerak. Kondisis ini tidak terjadi
pada NaCl cair. Dalam keadaan cair, jarak antara ion-ion Na+ dan Cl-. Sangat
renggang sehiingga ion-ion tersebut bebas bergerak untuk menghantarkn listrik. Hal
yang sama terjadi pada larutan NacCl (NaCl padat yang dilarutkan dalam air). Oleh
karena pengaruh air garam dapur (NaCl) akan teruarai menjadi ion positif (kation)
Na+ dan ion negative (anion) Cl- yang bebas bergerak bergerak. proses peruaraian ini
dengan disosiasi.
NaCl(s) Na+ (aq) + Cl-(aq)
HCl merupakan senyawa kovalen, maka tidak ada ion pada HCl, adanya adalah
molekul-molekul HCl. Molekul-molekul ini meskipun bebas bergerak tetapi tidak
dapat membawa muatan listrik karena bukan ion. HCl merupakan senyawa kovalen
polar, yang berarti mempunyai kutub-kutub positif dan negative akibat adanya
perbedaan keelektronegatifan. Di dalam air, molekul HCl tersebut dapat teruarai
karena pengaruh air yang juga bersifat polar sehingga membentuk ion-ion H+ dan Cl-,
ion-ion dalam larutan HCl inilah yang berperan sebagai penghantar listrik. Proses
peruraian ini disebut dengan ionisasi.
HCl merupakan senyawa kovalen, maka tidak ada ion pada HCl, adanya adalah
molekul-molekul HCl. Molekul-molekul ini meskipun bebas bergerak tetapi tidak
dapat membawa muatan listrik karena bukan ion. HCl merupakan senyawa kovalen
polar, yang berarti mempunyai kutub-kutub positif dan negative akibat adanya
perbedaan keelektronegatifan. Di dalam air, molekul HCl tersebut dapat teruarai
karena pengaruh air yang juga bersifat polar sehingga membentuk ion-ion H+ dan Cl-,
ion-ion dalam larutan HCl inilah yang berperan sebagai penghantar listrik. Proses
peruraian ini disebut dengan ionisasi.
HCl(g) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl-(aq)
Ion-ion positif akan bergerak menuju ke electron negatif dan ion-ion negatif
akan bergerak menuju ke elektroda positif dengan membawa muatan listrik. Peristiwa
bergeraknya ion negatif dan positif ke kutub electrode ini dapat diperagakan dengan
percobaan sederhana. Kertas saring yang dibasahi dengan larutan CuCrO4 dijepit
dengan penjepit buaya yang dihubungkan dengan sumber arus listrik. Kutub yang
bermuatan pisitif akan berwarna kuning karena ion CrO42- yang berwarna kuning
berkumpul di kutub tersebut. Sedangkan kutub negatif akan berwarna biru karena ion
Cu2+ yang berwarna biru berkumpul di kutub tersebut.
3. Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
Pada pengujian larutan dengan alat uji elektrolit, ada tiga kemungkinan yang
dapat diperoleh, yatu:
a. Jika lampu menyala dan sekitar electrode timbul gelembung-gelembung gas,
maka larutan yang diuji mempunyai daya hantar listrik yang baik dan disebut
larutan elektrolit kuat.
b. Jika lampu tidak menyala atau menyala redup dan di sekitar elektroda timbul
gelembung-gelembung gas, maka larutan yang diuji mempunyai daya hantar
listrik yang lemah atau larutan elektrolit lemah.
c. Jika lampu tidak menyala dan disekitar electrode tidak terdapat gelmbunggelembung gas, maka larutan yang diuji tidak menghantarkan listrik atau larutan
non-elektrolit.
Ion-ion positif akan bergerak menuju ke electron negatif dan ion-ion negatif
akan bergerak menuju ke elektroda positif dengan membawa muatan listrik. Peristiwa
bergeraknya ion negatif dan positif ke kutub electrode ini dapat diperagakan dengan
percobaan sederhana. Kertas saring yang dibasahi dengan larutan CuCrO4 dijepit
dengan penjepit buaya yang dihubungkan dengan sumber arus listrik. Kutub yang
bermuatan pisitif akan berwarna kuning karena ion CrO42- yang berwarna kuning
berkumpul di kutub tersebut. Sedangkan kutub negatif akan berwarna biru karena ion
Cu2+ yang berwarna biru berkumpul di kutub tersebut.
3. Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
Pada pengujian larutan dengan alat uji elektrolit, ada tiga kemungkinan yang
dapat diperoleh, yatu:
a. Jika lampu menyala dan sekitar electrode timbul gelembung-gelembung gas,
maka larutan yang diuji mempunyai daya hantar listrik yang baik dan disebut
larutan elektrolit kuat.
b. Jika lampu tidak menyala atau menyala redup dan di sekitar elektroda timbul
gelembung-gelembung gas, maka larutan yang diuji mempunyai daya hantar
listrik yang lemah atau larutan elektrolit lemah.
c. Jika lampu tidak menyala dan disekitar electrode tidak terdapat gelmbunggelembung gas, maka larutan yang diuji tidak menghantarkan listrik atau larutan
non-elektrolit.
Unduh file PDF RPP versi utuh:
https://drive.google.com/drive/folders/1Ay7vTcZRrwAvoehfgwBdymOjzmEeAe0S?usp=drive_link
Komentar
Posting Komentar