Pantun "Dua Perempuan Pahlawan" dan Filosofinya

 


Di Kildare menyala api suci

Obor-obor menyuluh di Jepara

Dua wanita pahlawan sejati

Santa Brigida dan Retna Kencana

 

Judul Pantun: Dua Perempuan Pahlawan

Penjelasan tentang makna pantun:

Pantun yang setiap barisnya terdiri atas 11 suku kata ini menggambarkan benang merah antara Irlandia dan Indonesia lewat dua sosok perempuan penting, yakni Santa Brigida (St. Brigid) serta Retna Kencana alias Ratu Kalinyamat. Keduanya merupakan sosok “pahlawan”, dalam konteks masing-masing, di Irlandia dan Indonesia. Dua tokoh perempuan ini memiliki kesamaan dalam hal aspek kepahlawanan, inspirasi, dan kontribusi terhadap masyarakat dan kebudayaan.

Dua baris pertama yang menjadi sampiran pun menggambarkan benang merah di antara kedua negara dengan penggambaran latar kebudayaan di Kildare, Irlandia dan Jepara, Indonesia. “Api suci Brigid” di Kildare yang tertulis di baris pertama pantun merupakan simbol paling terkenal yang terkait dengan St. Brigid. Api suci ini disebut sudah menyala sejak zaman pra-Kristen. Ketika Brigid membangun biara dan gereja di Kildare, dia meneruskan kebiasaan menjaga api tetap menyala. Hal ini sebagai simbol cahaya baru Kekristenan, serta sebagai mercusuar harapan, keadilan, dan perdamaian bagi Irlandia dan dunia. Adapun baris kedua pantun, “obor-obor menyuluh di Jepara” merujuk pada tradisi “perang obor” di Tegalsambi, Jepara. Sebagaimana “api suci Brigid” tradisi perang obor ini juga punya muatan mana simbolis tentang nilai-nilai spiritual dan religiusitas. Perang obor mengandung makna filosofis tentang perjuangan melawan hal-hal buruk. Api di sini menjadi simbol pembersihan dari segala hal negatif dan marabahaya.

Isi pantun dalam baris ketiga dan keempat, sebagaimana telah disinggung di paragraf pertama penjelasan ini, menggambarkan kesamaan antara Santa Brigida dan Retna Kencana (Ratu Kalinyamat). Adapun beberapa kesamaan di antara keduanya antara lain ialah sebagai berikut.

1.      Sosok pemimpin penting. Santa Brigida merupakan sosok santo pelindung Irlandia bersama dua santo lain, yakni St. Patrick dan St. Colmcille (Santo Kolumba). Brigid merupakan tokoh penting dalam tradisi Kekristenan dan kebudayaan Irlandia. Sementara, Ratu Kalinyamat merupakan sosok penting dalam sejarah Indonesia. Dia merupakan pemimpin Jepara pada awal abad ke-16 dan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional atas jasanya memimpin perjuangan mengusir penjajahan bangsa Portugis.

2.      Kontribusi pada kebudayaan dan kesenian. Santa Brigida merupakan sosok yang dikaitkan dengan kreativitas, terutama dalam hal seni rajutan dan kerajinan tangan. Bahkan, salib brigid yang terbuat dari anyaman jerami menjadi simbol penting dalam budaya Irlandia. Sementara, Ratu Kalinyamat diyakini berperan dalam pengembangan seni dan budaya Jepara, khususnya dalam seni ukir kayu.

3.      Membela kaum lemah. Brigid dikenal akan kepeduliannya terhadap orang miskin dan lemah. Demikian pula Ratu Kalinyamat yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat Jepara.

4.      Warisan abadi. Brigid terus “hidup” dalam kebudayaan Irlandia, terutama melalui perayaan St. Brigid’s Day serta simbol salib brigid. Demikian pula Ratu Kalinyamat. Ia terus “hidup” dalam kisah kepahlawanan dalam sejarah bangsa Indonesia.

5.      Inspirasi bagi perempuan seluruh dunia. Santa Brigida dan Ratu Kalinyamat sama-sama menjadi simbol kekuatan, kreativitas, kebaikan, dan kepemimpinan perempuan.

Daftar referensi:

1.      https://brigidine.org.au/about-us/our-patroness/brigids-light-fire/

2.      https://budaya-data.kemdikbud.go.id/wbtb/objek/AA001475

3.      https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/artikel/tradisi-yang-menghangatkan-perang-obor-di-desa-tegalsambi

4.      https://www.stbrigid.ie/story-of-st-brigid.html

5.      https://www.gramedia.com/literasi/ratu-kalinyamat-pahlawan-nasional/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Arky dan Pasukan Larva Lalat Tentara Hitam Atasi Bencana Sampah di Banyumas

Pejuang Literasi Itu Telah Berpulang dan Mewariskan Bintang-Bintang yang Bersinar Cemerlang (Sebuah Obituarium)

Pantun "Kekuatan Sejati" dan Makna Filosofisnya